RMK SAP 6 KEWIRAUSAHAAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pada hakekatnya semua orang memiliki jiwa wirausaha, yang artinya
semua orang bisa menjadi wirausaha. Akan tetapi, tidak semua orang
bisa menjadi wirausaha ini dapat dikarenakan oleh beberapa faktor
yakni faktor ekonomi, faktor budaya, faktor lingkungan dan lain
sebagainya. Salah satu karakterisik wirausaha adalah berani
mengambil risiko. Risiko bagi para wirausaha bukanlah sebagai suatu
hambatan untuk meraih kesuksesan tetapi dijadikan sebagai suatu
tantangan. Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai hal-hal yang
menantang untuk lebih mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Dalam
mengambil risiko dalam berwirausaha tidak boleh terlalu tinggi
ataupun terlalu rendah.
Dalam pengambilan risiko para wirausaha selalu memperhitungkan
matang-matang keputusan yang akan diambil. Karakter wirausaha
adalah jiwa kemandirian untuk mencari sebuah sumber penghasilan
dengan atau membuka usaha ataupun menyalurkan kreatifitas yang
dimiliki seseorang untuk kemudian dijadikan sebuah lahan untuk
mencari penghasilan. Karakter wirausaha dapat berkembang seiring
dengan inginnya seseorang mencari penghasilan dari faktor keadaan
ekonomi yang tidak mendukung, sehingga banyak karakter
kewirausahaan yang tertanam di benak seseorang akibat desakan
ekonomi tersebut. Wirausaha merupakan individu-individu yang
berorientasi pada tindakan, dan memiliki motivasi tinggi, yang
berisiko dalam mengejar tujuannya. Untuk mencapai tujuannya
tersebut, maka diperlukan sikap dan prilaku yang mendukung pada
diri seorang wirausahawan. Sikap dan prilaku sangat dipengaruhi
oleh sifat dan watak yang dimiliki oleh seseorang. Sifat dan watak
yang baik, berorientasi pada kemajuan dan positif merupakan sifat
dan watak yang dibutuhkan oleh seorang wirausahawan agar dapat
menjadi wirausaha yang sukses.
1.2
Rumusan Masalah
a. Apa saja yang menjadi karakter dan sikap mental wirausaha sukses
b. Bagaimana pemilihan role model dalam membangun karakter
wirausaha
c. Apa yang menjadi faktor-faktor penyebab kegagalan usaha
1.3
Tujuan
a. Untuk mengetahui berbagai karakter dan sikap mental wirausaha
sukses
b. Untuk mengetahui pemilihan role mode dalam membangun karakter
wirausaha
c. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kegagalan usaha
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Berbagai Karakter dan Sikap Mental Wirausaha Sukses
Menurut Geoffroy G. Meredith (1996 dalam Suryana 2009) bahwa wirausaha memiliki berbagai ragam karakter dan watak sebagai berikut:
Tabel 1 Karakter dan unsur karakter wirausaha
| No | Karakter | Watak |
| 1 | Percaya diri | Memiliki keyakinan yang kuat, tidak bergantung terhadap orang lain, mandiri dan optimis |
| 2 | Berorientasi pada tugas dan hasil | Gairah untuk maju, berorientasi laba, tekun, ulet dan tegas, kerja keras, bersemangat, energik, serta inisiatif. |
| 3 | Pengambil risiko | Kemampuan mengambil risiko, suka tantangan |
| 4 | Kepemimpinan | Berjiwa kepemimpinan, suka bergaul, terbuka terhadap saran dan kritik. |
| 5 | Keaslian atau originalitas | Pandai, pencipta (inovatif dan kreatif), berpikiran terbuka, penuh informasi, kaya pengetahuan. |
| 6 | Berorientasi pada masa depan | Memiliki visi dan perspektif terhadap masa depan. |
Penjelasan tabel 1:
1. Percaya Diri
Sifat-sifat percaya diri dimulai dari pribadi yang mantap, tidak
mudah terombang-ambing oleh pendapat dan saran-saran orang lain.
Akan tetapi saran-saran orang lain tetap dipertimbangkan sebagai
masukan untuk dipertimbangkan dan harus membuat keputusan. Orang
yang tinggi percaya dirinya adalah orang yang sudah matang, jasmani
dan rohaninya.
2. Berorientasi Tugas dan Hasil
Wirausaha tidak mengutamakan prestige (kehormatan) dulu,
prestasi kemudian. Namun ia berharap pada prestasi baru kemudian
setelah berhasilprestigenya akan meningkat. Seseorang yang
selalu memikirkan prestige dulu dan prestasi kemudian,
usahanya tidak akan mengalami kemajuan. Maka wirausaha harus
mempunyai kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi pada laba,
ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan
kuat, energik dan inisiatif.
3. Pengambil Risiko
Wirausaha dalam melakukan kegiatan usahanya penuh dengan risiko dan
tantangan, seperti persaingan, harga turun naik, barang tidak laku
dan sebagainya. Tetapi semua tantangan ini harus dihadapi dengan
penuh perhitungan. Jika perhitungan sudah matang baru membuat
pertimbangan dari berbagai macam segi.
4. Kepemimpinan
Sifat kepemimpinan memang ada dalam masing-masing individu, maka
sifat kepemimpinan tergantung pada masing-masing individu dalam
menyesuaikan diri dengan organisasi atau orang yang dipimpin. Ada
pemimpin yang disenangi oleh bawahan, mudah memimpin sekelompok
orang, ia diikuti dan dipercaya oleh bawahan. Tapi ada pula
pemimpin yang tidak disenangi bawahan atau tidak senang pada
bawahannya, ia mau mengawasi bawahannya tapi tidak ada waktu untuk
itu.
5. Keaslian atau Originalitas
Sifat original tidak selalu ada pada diri sesorang, yang dimaksud
original adalah tidak hanya mengekor pada orang lain tapi memiliki
pendapat sendiri dan ide yang original untuk melaksanakan sesuatu.
6. Berorientasi pada Masa Depan
Wirausaha harus perspektif, mempunyai visi ke depan, apa yang akan
dilakukan dan apa yang ingin dicapai. Karena sebuah usaha bukan
didirikan untuk sementara tapi selamanya. Maka faktor kontinuitas
harus dijaga dan pandangan harus ditujukan jauh ke depan. Untuk
menghadapi pandangan jauh ke depan seorang wirausaha akan menyusun
perencanaan dan strategi yang matang, agar jelas langkah-langkah
yang akan dilaksanakan.
Adapun sikap mental yang seharusnya dimiliki oleh seorang
wirausaha, yaitu:
a) Memiliki semangat entrepreneurship dasar yaitu
keinginan untuk memiliki penghasilan yang lebih baik daripada
bekerja pada orang lain.
b) Semangat entrepreneurship lain yang harus dimiliki
adalah keinginan untuk mandiri.
c) Berani mencoba adalah satu bagian dari semangat entrepreneurship yang harus selalu dimiliki para calon
wirausaha.
d) Semangat entrepreneurship lain adalah tahan banting.
(Sumber: Alma, Buchari. 2000. Kewirausahaan. Alfabeta)
2.
Pemilihan Role model untuk Membangun Karakter
Wirausaha
Role model
atau tokoh panutan merupakan faktor penting yang mempengaruhi
individu dalam memilih kewirausahaan sebagai karir. Calon wirausaha
pada umumnya menemukan role model di rumah ataupun di
tempat kerja. Bila seseorang banyak berhubungan serta bergaul
dengan wirausahawan, maka ada kemungkinan dia juga akan tertarik
untuk memilih jalan hidup sebagai seorang wirausahawan. Orang tua,
saudara, guru atau wirausahawan lain dapat menjadi role model bagi individu.
Yang paling ingin diketahui oleh orang-orang sebagai role model kesuksesan mereka adalah profil wirausaha.
Dengan membaca dan mengetahui profil juga perjuangan mereka dari
bawah sampai menjadi sesorang yang berhasil akan menjadikan
motivasi untuk para wirausaha baru untuk mencapai kesuksesan yang
sama. Salah satu wirausaha di Indonesia yang dapat menjadi role model bagi calon wirausaha adalah Bob Sadino.
Role model
diharapkan dapat menjadi panutan dan sumber inspirasi bagi
wirausaha. Role model diharapkan dapat memberi pengaruh
positif terhadap kinerja berwirausaha. Menurut social coqnitive theory (Bandura, 1986), individu akan
dengan cepat belajar dan bekerja secara lebih efektif ketika
individu tersebut memiliki role model yang secara aktif
memperlihatkan contoh perilaku nyata, dibandingkan misalnya hanya
memberikan deskripsi secara verbal. Individu dapat mengenali jati
diri enterpreneurshipnya ketika individu tersebut dapat mengenali
identitas dirinya. Dalam proses menemukan identitas diri tersebut,
individu perlu untuk melibatkan role model dalam setiap
proses pembelajarannya. Orang diasumsikan untuk belajar dalam
konteks sosial melalui pengamatan orang lain dengan siapa mereka
dapat mengidentifikasi dan yang tampil baik di daerah di mana
mereka, sendiri, juga ingin terlibat atau yang mereka ingin unggul,
yaitu belajar dengan contoh (model).
Sebagai seorang calon wirausaha, menemukan role model
merupakan salah satu langkah awal untuk menerjemahkan keinginan
berwirausaha ke dalam aksi. Individu dapat menjadikan wirausaha
yang sudah sukses dan berpengalaman di bidangnya dengan tujuan yang
dapat dianggap searah dengan karakter dan tujuan yang akan diraih.
(Sumber:
http://miigoedish.blogspot.co.id/2013/01/berbagai-karakter-wirausaha-sukses.html)
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menemukan role model yang sesuai, yaitu:
1. Mengenali identitas diri
Mengenali diri sendiri itu merupakan suatu hal yang penting.
Mengenali diri sendiri artinya mengetahui dengan baik kelebihan dan
kekurangan yang dimiliki. Ketika sudah mampu mengenali kelebihan
diri sendiri, maka individu tersebut dapat mengambil langkah apa
yang akan ditempuh dengan memanfaatkan kelebihan tersebut.
Sedangkan ketika individu mengetahui kekurangan dirinya dengan baik
maka individu tersebut dapat mempelajari kekurangannya untuk dapat
dievaluasi. Melalui pengenalan terhadap diri sendiri maka, individu
dapat mengetahui karakter apa yang sejatinya di miliki dan role model yang bagaimana yang sesuai dengan karakter
tersebut.
2. Mencatat wirausaha yang sudah sukses dalam karirnya
Semakin banyak seseorang menemukan contoh orang-orang yang sudah
sukses, maka semakin banyak pula seseorang tersebut memperoleh
pembelajaran. Dalam setiap cerita sukses yang diraih seseorang akan
selalu ada pembelajaran mengenai bagamiana orang tersebut dapat
meraih apa yang menjadi tujuannya.
3. Memadukan beragam karakter positif dari orang-orang sukses
Setelah memperoleh beberapa role model langkah selanjutnya
adalah mengidentifikasi karakter-karakter dari orang-orang
tersebut. Menggali karakter-karakter positif dari masing-masing
orang tersebut seperti: rasa percaya diri, pantang menyerah,
inovatif, kreatif, tegas, dan masih banyak lainnya.
4. Memperlajari proses yang dilalui oleh orang – orang tersebut
Tentunya dalam meraih tujuannya orang-orang sukses akan melalui
banyak tantangan, kesulitan dalam waktu yang cukup lama. Pelajari
bagaimana orang-orang tersebut dapat melaluinya dengan berbagai
usaha maupun cara.
(Sumber: Bandura, A. (1986).
Social foundations of thought and action: A social cognitive
theory
. Prentice-Hall, Inc.)
3.
Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Usaha
Keberhasilan atau kegagalan berwirausaha sangat tergantung pada
kemampuan pribadi wirausaha. Zimmerer (1996: 14-15) mengemukakan
beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan
usaha barunya, yaitu:
1. Tidak kompeten dalam manajerial.
Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan
mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat
perusahaan kurang berhasil.
2. Kurang berpengalaman
Baik dalam kemampuan teknik, kemampuan visualisasi usaha,
mengoordinasikan, mengelola sumber daya manusia, dan
mengintegrasikan perusahaan.
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan.
Faktor yang paling utama dalam pengendalian keuangan adalah
memelihara aliran kas, mengatur pengeluaran dan penerimaan secara
cermat. Kekeliruan dalam pemeliharaan aliran kas akan menghambat
operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
4. Gagal dalam perencanaan.
Kegagalan dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam
pelaksanaan.
5. Lokasi yang kurang memadai.
Lokasi usaha yang kurang strategis dapat mengakibatkan perusahaan
sukar beroperasi karena kurang efisien.
6. Kurangnya pengawasan peralatan.
Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas.
Kurangnya pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan peralatan
(fasilitas) perusahaan secara tidak efisien dan tidak efektif.
7. Sikap yang kurang bersungguh-sungguh dalam berwirausaha.
Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan
usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal.
8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan atau transisi
kewirausahaan.
Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan tidak
akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam
berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan
perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.
9. Memiliki ide atau visi usaha yang jelas serta kemauan dan
keberanian untuk menghadapi risiko, baik waktu maupun uang. Apabila
ada kesiapan dalam menghadapi risiko, langkah berikutnya adalah
membuat perencanaan dan langsung terjun ke lapangan
mempraktikannya.
10. Terlalu banyak teori
Salah satu hal dalam menyikapi teori ini adalah jangan terlalu
banyak memikirkan teori karena kehidupan berwirausaha ini tidak
selalu berjalan sesuai dengan teori yang sudah dipelajari. Karena
jenis usaha yang terbaik adalah jenis usaha yang berjalan. Bukan
jenis usaha yang memiliki banyak teori.
11. Tidak melakukan riset dan analisis pasar
Analisis pasar adalah penting karena akan menentukan seberapa besar
penjualan yang anda ciptakan untuk usaha anda. Jangan sampai salah
masuk pasar dalam berwirausaha sehingga mengakibatkan usaha anda
tidak akan mendapat lirikan dari calon pembeli dan anda akan
mengalami kegagalan.
12. Hambatan dalam mendapatkan legalitas dan perizinan
Pastikan usaha yang anda jalani adalah jenis usaha yang legal dan
mendapatkan izin. Karena jika tidak memiliki izin, sudah pasti
usaha yang anda jalankan akan mendapatkan keraguan dari pasar
tentang keasliannya.
13. Tidak kreatif dan inovatif
Kehidupan berwirausaha harus selalu bergerak dan jangan sampai
terdiam ditempat. Tanpa adanya inovasi, bisa jadi konsumen anda
akan terus berkurang karena bosan dan jika berlangsung lebih lama
sudah pasti usaha anda akan kehabisan konsumen.
14. Cepat puas diri
Fase ini adalah fase yang paling rentan bagi banyak wirausahawan
untuk berpuas diri sehingga mereka merasa tidak perlu lagi
melakukan sebuah perubahaan atau inovasi pada usaha mereka.
Alhasil, setelah beberapa lama mereka merasakan keberhasilan,
mereka akan cepat kembali kepada kegagalan dalam mempertahankan
keberhasilan karena konsumen mereka mulai pergi karena bosan.
15. Laba terlalu besar
Keberhasilan adalah salah hal yang dicari dalam setiap kegiatan
berwirausaha. Untuk mencapainya, tidak heran banyak wirausahawan
yang menetapkan margin yang besar sehingga harga produk atau jasa
yang mereka tawarkan dirasa sangat mahal. Mungkin diawalnya tidak
akan ada keberatan bagi konsumen anda, namun ketika ada usaha
sejenis dan menawarkan harga yang lebih murah, usaha anda akan
memasuki masa darurat kehilangan konsumen terlebih jika kualitas
produk yang ditawarkan mereka tidak jauh berbeda dengan anda.
16. Pelayanan yang buruk
Apapun jenis usaha anda, pelayanan adalah hal utama yang harus
diberikan kepada calon konsumen anda. Tanpa pelayanan yang baik,
sudah pasti usaha yang anda bangun tidak akan mendapatkan feedback positif dari pasar. Tanpa feedback
positif, usaha yang anda bangun akan sia-sia.
17. Terlalu cepat mengembangkan usaha
Terlalu terburu-buru untuk mengembangkan usaha tanpa memikirkan
keuangan yang anda miliki. Tidak jarang, untuk mengembangkan usaha,
dana yang digunakan adalah dana hasil usaha pertama. Sehingga jika
kedua usaha tersebut berjalan namun kekurangan dana, sudah pasti
anda akan mendapatkan kesulitan dalam memenuhinya.
18. Tidak ada promosi
Launching
sangat penting karena bertujuan untuk memperkenalkan usaha atau
produk atau jasa yang anda miliki kepada masyarakat luas. Jika
promosinya sukses, besar kemungkinan usaha anda akan dikenal dan
ramai untuk seterusnya. Namun jika promosi anda salah, besar juga
kemungkinan usaha anda tidak akan dikenal dan sepi pengunjung.
19. Tidak memiliki rencana cadangan
Tanpa rencana cadangan, bisa jadi anda akan mengalami kesulitan
jika rencana yang anda rancang diawal-awal membangun usaha tidak
berjalan dengan baik.
(Sumber: Zimmerer, Thomas W. 2008. Kewirausahaan dan Manajemen Usah Kecil Edisi 5.
Jakarta: Salemba Empat.)
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Wirausaha memiliki berbagai ragam karakter dan watak seperti
percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil
risiko, memiliki jiwa kepemimpinan, pandai, pencipta (inovatif dan
kreatif) berpikiran terbuka, penuh informasi, kaya pengetahuan
serta memiliki visi dan perspektif terhadap masa depan. Orang
Indonesia lebih menyukai bekerja sebagai karyawan daripada mencoba
mendirikan usaha mandiri atau meneruskan usaha mereka. Salah satu
ciri lemahnya mental wirausaha di Indonesia adalah keengganan
seseorang untuk menempuh berbagai risiko yang mungkin timbul dalam
usaha yang dijalankannya Keengganan menghadapi risiko kegagalan
tersebut disikapi dengan tidak menjalankan usaha. Semangat
wirausaha seharusnya dilandasi dengan semangat pantang menyerah.
Role model
pada dasarnya adalah orang dengan tingkah laku, kesuksesan, dan
berbagai nilai positif lainnya yang bisa ditiru atau dijadikan
contoh oleh orang lain. Role model atau tokoh panutan
merupakan faktor penting yang mempengaruhi individu dalam memilih
kewirausahaan sebagai karir. Keberhasilan atau kegagalan wirausaha
sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Ada beberapa
faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha
barunya diataranya tidak kompeten dalam manajerial, kurang
berpengalaman, kurang dapat mengendalikan keuangan, gagal dalam
perencanaan, lokasi yang kurang memadai, kurangnya pengawasan
peralatan, sikap yang kurang sungguh-sungguh dalan berusaha, serta
ketidakmampuan dalam melakukan peralihan atau transisi
kewirausahaan.
Kritik dan Saran
Menurut kelompok kami, masyarakat Indonesia cenderung takut
mengambil risiko, sehingga ini menyebabkan jumlah wirausaha
sangatlah rendah dimana masyarakat Indonesia sering lebih memilih
menjadi karyawan. Hendaknya masyarakat Indonesia harus merubah pola
pikir yang seperti itu, melainkan harus memiliki sikap mental
wirausaha yang kuat, dan yang paling utama adalah berani untuk
menghadapi risiko kegagalan.
Alma, Buchari. 2000. Kewirausahaan. Alfabeta.
Bandura, A. (1986).Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall, Inc.
Zimmerer, Thomas W. 2008. Kewirausahaan dan Manajemen Usah Kecil Edisi 5. Jakarta: Salemba Empat.
http://miigoedish.blogspot.co.id/2013/01/berbagai-karakter-wirausaha-sukses.html