Saturday, March 31, 2018

Karakter Wirausaha Sukses dan Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Usaha

RMK SAP 6 KEWIRAUSAHAAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada hakekatnya semua orang memiliki jiwa wirausaha, yang artinya semua orang bisa menjadi wirausaha. Akan tetapi, tidak semua orang bisa menjadi wirausaha ini dapat dikarenakan oleh beberapa faktor yakni faktor ekonomi, faktor budaya, faktor lingkungan dan lain sebagainya. Salah satu karakterisik wirausaha adalah berani mengambil risiko. Risiko bagi para wirausaha bukanlah sebagai suatu hambatan untuk meraih kesuksesan tetapi dijadikan sebagai suatu tantangan. Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai hal-hal yang menantang untuk lebih mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Dalam mengambil risiko dalam berwirausaha tidak boleh terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.
Dalam pengambilan risiko para wirausaha selalu memperhitungkan matang-matang keputusan yang akan diambil. Karakter wirausaha adalah jiwa kemandirian untuk mencari sebuah sumber penghasilan dengan atau membuka usaha ataupun menyalurkan kreatifitas yang dimiliki seseorang untuk kemudian dijadikan sebuah lahan untuk mencari penghasilan. Karakter wirausaha dapat berkembang seiring dengan inginnya seseorang mencari penghasilan dari faktor keadaan ekonomi yang tidak mendukung, sehingga banyak karakter kewirausahaan yang tertanam di benak seseorang akibat desakan ekonomi tersebut. Wirausaha merupakan individu-individu yang berorientasi pada tindakan, dan memiliki motivasi tinggi, yang berisiko dalam mengejar tujuannya. Untuk mencapai tujuannya tersebut, maka diperlukan sikap dan prilaku yang mendukung pada diri seorang wirausahawan. Sikap dan prilaku sangat dipengaruhi oleh sifat dan watak yang dimiliki oleh seseorang. Sifat dan watak yang baik, berorientasi pada kemajuan dan positif merupakan sifat dan watak yang dibutuhkan oleh seorang wirausahawan agar dapat menjadi wirausaha yang sukses.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa saja yang menjadi karakter dan sikap mental wirausaha sukses
b. Bagaimana pemilihan role model dalam membangun karakter wirausaha
c. Apa yang menjadi faktor-faktor penyebab kegagalan usaha
1.3 Tujuan
a. Untuk mengetahui berbagai karakter dan sikap mental wirausaha sukses
b. Untuk mengetahui pemilihan role mode dalam membangun karakter wirausaha
c. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kegagalan usaha
BAB II
PEMBAHASAN
1. Berbagai Karakter dan Sikap Mental Wirausaha Sukses
Menurut Geoffroy G. Meredith (1996 dalam Suryana 2009) bahwa wirausaha memiliki berbagai ragam karakter dan watak sebagai berikut:
Tabel 1 Karakter dan unsur karakter wirausaha

No Karakter Watak
1 Percaya diri Memiliki keyakinan yang kuat, tidak bergantung terhadap orang lain, mandiri dan optimis
2 Berorientasi pada tugas dan hasil Gairah untuk maju, berorientasi laba, tekun, ulet dan tegas, kerja keras, bersemangat, energik, serta inisiatif.
3 Pengambil risiko Kemampuan mengambil risiko, suka tantangan
4 Kepemimpinan Berjiwa kepemimpinan, suka bergaul, terbuka terhadap saran dan kritik.
5 Keaslian atau originalitas Pandai, pencipta (inovatif dan kreatif), berpikiran terbuka, penuh informasi, kaya pengetahuan.
6 Berorientasi pada masa depan Memiliki visi dan perspektif terhadap masa depan.
Penjelasan tabel 1:
1. Percaya Diri
Sifat-sifat percaya diri dimulai dari pribadi yang mantap, tidak mudah terombang-ambing oleh pendapat dan saran-saran orang lain. Akan tetapi saran-saran orang lain tetap dipertimbangkan sebagai masukan untuk dipertimbangkan dan harus membuat keputusan. Orang yang tinggi percaya dirinya adalah orang yang sudah matang, jasmani dan rohaninya.
2. Berorientasi Tugas dan Hasil
Wirausaha tidak mengutamakan prestige (kehormatan) dulu, prestasi kemudian. Namun ia berharap pada prestasi baru kemudian setelah berhasilprestigenya akan meningkat. Seseorang yang selalu memikirkan prestige dulu dan prestasi kemudian, usahanya tidak akan mengalami kemajuan. Maka wirausaha harus mempunyai kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi pada laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energik dan inisiatif.
3. Pengambil Risiko
Wirausaha dalam melakukan kegiatan usahanya penuh dengan risiko dan tantangan, seperti persaingan, harga turun naik, barang tidak laku dan sebagainya. Tetapi semua tantangan ini harus dihadapi dengan penuh perhitungan. Jika perhitungan sudah matang baru membuat pertimbangan dari berbagai macam segi.
4. Kepemimpinan
Sifat kepemimpinan memang ada dalam masing-masing individu, maka sifat kepemimpinan tergantung pada masing-masing individu dalam menyesuaikan diri dengan organisasi atau orang yang dipimpin. Ada pemimpin yang disenangi oleh bawahan, mudah memimpin sekelompok orang, ia diikuti dan dipercaya oleh bawahan. Tapi ada pula pemimpin yang tidak disenangi bawahan atau tidak senang pada bawahannya, ia mau mengawasi bawahannya tapi tidak ada waktu untuk itu.
5. Keaslian atau Originalitas
Sifat original tidak selalu ada pada diri sesorang, yang dimaksud original adalah tidak hanya mengekor pada orang lain tapi memiliki pendapat sendiri dan ide yang original untuk melaksanakan sesuatu.
6. Berorientasi pada Masa Depan
Wirausaha harus perspektif, mempunyai visi ke depan, apa yang akan dilakukan dan apa yang ingin dicapai. Karena sebuah usaha bukan didirikan untuk sementara tapi selamanya. Maka faktor kontinuitas harus dijaga dan pandangan harus ditujukan jauh ke depan. Untuk menghadapi pandangan jauh ke depan seorang wirausaha akan menyusun perencanaan dan strategi yang matang, agar jelas langkah-langkah yang akan dilaksanakan.
Adapun sikap mental yang seharusnya dimiliki oleh seorang wirausaha, yaitu:
a) Memiliki semangat entrepreneurship dasar yaitu keinginan untuk memiliki penghasilan yang lebih baik daripada bekerja pada orang lain.
b) Semangat entrepreneurship lain yang harus dimiliki adalah keinginan untuk mandiri.
c) Berani mencoba adalah satu bagian dari semangat entrepreneurship yang harus selalu dimiliki para calon wirausaha.
d) Semangat entrepreneurship lain adalah tahan banting.
(Sumber: Alma, Buchari. 2000. Kewirausahaan. Alfabeta)
2. Pemilihan Role model untuk Membangun Karakter Wirausaha
Role model atau tokoh panutan merupakan faktor penting yang mempengaruhi individu dalam memilih kewirausahaan sebagai karir. Calon wirausaha pada umumnya menemukan role model di rumah ataupun di tempat kerja. Bila seseorang banyak berhubungan serta bergaul dengan wirausahawan, maka ada kemungkinan dia juga akan tertarik untuk memilih jalan hidup sebagai seorang wirausahawan. Orang tua, saudara, guru atau wirausahawan lain dapat menjadi role model bagi individu.
Yang paling ingin diketahui oleh orang-orang sebagai role model kesuksesan mereka adalah profil wirausaha. Dengan membaca dan mengetahui profil juga perjuangan mereka dari bawah sampai menjadi sesorang yang berhasil akan menjadikan motivasi untuk para wirausaha baru untuk mencapai kesuksesan yang sama. Salah satu wirausaha di Indonesia yang dapat menjadi role model bagi calon wirausaha adalah Bob Sadino.
Role model diharapkan dapat menjadi panutan dan sumber inspirasi bagi wirausaha. Role model diharapkan dapat memberi pengaruh positif terhadap kinerja berwirausaha. Menurut social coqnitive theory (Bandura, 1986), individu akan dengan cepat belajar dan bekerja secara lebih efektif ketika individu tersebut memiliki role model yang secara aktif memperlihatkan contoh perilaku nyata, dibandingkan misalnya hanya memberikan deskripsi secara verbal. Individu dapat mengenali jati diri enterpreneurshipnya ketika individu tersebut dapat mengenali identitas dirinya. Dalam proses menemukan identitas diri tersebut, individu perlu untuk melibatkan role model dalam setiap proses pembelajarannya. Orang diasumsikan untuk belajar dalam konteks sosial melalui pengamatan orang lain dengan siapa mereka dapat mengidentifikasi dan yang tampil baik di daerah di mana mereka, sendiri, juga ingin terlibat atau yang mereka ingin unggul, yaitu belajar dengan contoh (model).
Sebagai seorang calon wirausaha, menemukan role model merupakan salah satu langkah awal untuk menerjemahkan keinginan berwirausaha ke dalam aksi. Individu dapat menjadikan wirausaha yang sudah sukses dan berpengalaman di bidangnya dengan tujuan yang dapat dianggap searah dengan karakter dan tujuan yang akan diraih.
(Sumber: http://miigoedish.blogspot.co.id/2013/01/berbagai-karakter-wirausaha-sukses.html)
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menemukan role model yang sesuai, yaitu:
1. Mengenali identitas diri
Mengenali diri sendiri itu merupakan suatu hal yang penting. Mengenali diri sendiri artinya mengetahui dengan baik kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Ketika sudah mampu mengenali kelebihan diri sendiri, maka individu tersebut dapat mengambil langkah apa yang akan ditempuh dengan memanfaatkan kelebihan tersebut. Sedangkan ketika individu mengetahui kekurangan dirinya dengan baik maka individu tersebut dapat mempelajari kekurangannya untuk dapat dievaluasi. Melalui pengenalan terhadap diri sendiri maka, individu dapat mengetahui karakter apa yang sejatinya di miliki dan role model yang bagaimana yang sesuai dengan karakter tersebut.
2. Mencatat wirausaha yang sudah sukses dalam karirnya
Semakin banyak seseorang menemukan contoh orang-orang yang sudah sukses, maka semakin banyak pula seseorang tersebut memperoleh pembelajaran. Dalam setiap cerita sukses yang diraih seseorang akan selalu ada pembelajaran mengenai bagamiana orang tersebut dapat meraih apa yang menjadi tujuannya.
3. Memadukan beragam karakter positif dari orang-orang sukses
Setelah memperoleh beberapa role model langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi karakter-karakter dari orang-orang tersebut. Menggali karakter-karakter positif dari masing-masing orang tersebut seperti: rasa percaya diri, pantang menyerah, inovatif, kreatif, tegas, dan masih banyak lainnya.
4. Memperlajari proses yang dilalui oleh orang – orang tersebut
Tentunya dalam meraih tujuannya orang-orang sukses akan melalui banyak tantangan, kesulitan dalam waktu yang cukup lama. Pelajari bagaimana orang-orang tersebut dapat melaluinya dengan berbagai usaha maupun cara.
(Sumber: Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory . Prentice-Hall, Inc.)
3. Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Usaha
Keberhasilan atau kegagalan berwirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Zimmerer (1996: 14-15) mengemukakan beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya, yaitu:
1. Tidak kompeten dalam manajerial.
Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
2. Kurang berpengalaman
Baik dalam kemampuan teknik, kemampuan visualisasi usaha, mengoordinasikan, mengelola sumber daya manusia, dan mengintegrasikan perusahaan.
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan.
Faktor yang paling utama dalam pengendalian keuangan adalah memelihara aliran kas, mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam pemeliharaan aliran kas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
4. Gagal dalam perencanaan.
Kegagalan dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
5. Lokasi yang kurang memadai.
Lokasi usaha yang kurang strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
6. Kurangnya pengawasan peralatan.
Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Kurangnya pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan peralatan (fasilitas) perusahaan secara tidak efisien dan tidak efektif.
7. Sikap yang kurang bersungguh-sungguh dalam berwirausaha.
Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal.
8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan atau transisi kewirausahaan.
Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.
9. Memiliki ide atau visi usaha yang jelas serta kemauan dan keberanian untuk menghadapi risiko, baik waktu maupun uang. Apabila ada kesiapan dalam menghadapi risiko, langkah berikutnya adalah membuat perencanaan dan langsung terjun ke lapangan mempraktikannya.
10. Terlalu banyak teori
Salah satu hal dalam menyikapi teori ini adalah jangan terlalu banyak memikirkan teori karena kehidupan berwirausaha ini tidak selalu berjalan sesuai dengan teori yang sudah dipelajari. Karena jenis usaha yang terbaik adalah jenis usaha yang berjalan. Bukan jenis usaha yang memiliki banyak teori.
11. Tidak melakukan riset dan analisis pasar
Analisis pasar adalah penting karena akan menentukan seberapa besar penjualan yang anda ciptakan untuk usaha anda. Jangan sampai salah masuk pasar dalam berwirausaha sehingga mengakibatkan usaha anda tidak akan mendapat lirikan dari calon pembeli dan anda akan mengalami kegagalan.
12. Hambatan dalam mendapatkan legalitas dan perizinan
Pastikan usaha yang anda jalani adalah jenis usaha yang legal dan mendapatkan izin. Karena jika tidak memiliki izin, sudah pasti usaha yang anda jalankan akan mendapatkan keraguan dari pasar tentang keasliannya.
13. Tidak kreatif dan inovatif
Kehidupan berwirausaha harus selalu bergerak dan jangan sampai terdiam ditempat. Tanpa adanya inovasi, bisa jadi konsumen anda akan terus berkurang karena bosan dan jika berlangsung lebih lama sudah pasti usaha anda akan kehabisan konsumen.
14. Cepat puas diri
Fase ini adalah fase yang paling rentan bagi banyak wirausahawan untuk berpuas diri sehingga mereka merasa tidak perlu lagi melakukan sebuah perubahaan atau inovasi pada usaha mereka. Alhasil, setelah beberapa lama mereka merasakan keberhasilan, mereka akan cepat kembali kepada kegagalan dalam mempertahankan keberhasilan karena konsumen mereka mulai pergi karena bosan.
15. Laba terlalu besar
Keberhasilan adalah salah hal yang dicari dalam setiap kegiatan berwirausaha. Untuk mencapainya, tidak heran banyak wirausahawan yang menetapkan margin yang besar sehingga harga produk atau jasa yang mereka tawarkan dirasa sangat mahal. Mungkin diawalnya tidak akan ada keberatan bagi konsumen anda, namun ketika ada usaha sejenis dan menawarkan harga yang lebih murah, usaha anda akan memasuki masa darurat kehilangan konsumen terlebih jika kualitas produk yang ditawarkan mereka tidak jauh berbeda dengan anda.
16. Pelayanan yang buruk
Apapun jenis usaha anda, pelayanan adalah hal utama yang harus diberikan kepada calon konsumen anda. Tanpa pelayanan yang baik, sudah pasti usaha yang anda bangun tidak akan mendapatkan feedback positif dari pasar. Tanpa feedback positif, usaha yang anda bangun akan sia-sia.
17. Terlalu cepat mengembangkan usaha
Terlalu terburu-buru untuk mengembangkan usaha tanpa memikirkan keuangan yang anda miliki. Tidak jarang, untuk mengembangkan usaha, dana yang digunakan adalah dana hasil usaha pertama. Sehingga jika kedua usaha tersebut berjalan namun kekurangan dana, sudah pasti anda akan mendapatkan kesulitan dalam memenuhinya.
18. Tidak ada promosi
Launching sangat penting karena bertujuan untuk memperkenalkan usaha atau produk atau jasa yang anda miliki kepada masyarakat luas. Jika promosinya sukses, besar kemungkinan usaha anda akan dikenal dan ramai untuk seterusnya. Namun jika promosi anda salah, besar juga kemungkinan usaha anda tidak akan dikenal dan sepi pengunjung.
19. Tidak memiliki rencana cadangan
Tanpa rencana cadangan, bisa jadi anda akan mengalami kesulitan jika rencana yang anda rancang diawal-awal membangun usaha tidak berjalan dengan baik.
(Sumber: Zimmerer, Thomas W. 2008. Kewirausahaan dan Manajemen Usah Kecil Edisi 5. Jakarta: Salemba Empat.)
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Wirausaha memiliki berbagai ragam karakter dan watak seperti percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil risiko, memiliki jiwa kepemimpinan, pandai, pencipta (inovatif dan kreatif) berpikiran terbuka, penuh informasi, kaya pengetahuan serta memiliki visi dan perspektif terhadap masa depan. Orang Indonesia lebih menyukai bekerja sebagai karyawan daripada mencoba mendirikan usaha mandiri atau meneruskan usaha mereka. Salah satu ciri lemahnya mental wirausaha di Indonesia adalah keengganan seseorang untuk menempuh berbagai risiko yang mungkin timbul dalam usaha yang dijalankannya Keengganan menghadapi risiko kegagalan tersebut disikapi dengan tidak menjalankan usaha. Semangat wirausaha seharusnya dilandasi dengan semangat pantang menyerah.
Role model pada dasarnya adalah orang dengan tingkah laku, kesuksesan, dan berbagai nilai positif lainnya yang bisa ditiru atau dijadikan contoh oleh orang lain. Role model atau tokoh panutan merupakan faktor penting yang mempengaruhi individu dalam memilih kewirausahaan sebagai karir. Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya diataranya tidak kompeten dalam manajerial, kurang berpengalaman, kurang dapat mengendalikan keuangan, gagal dalam perencanaan, lokasi yang kurang memadai, kurangnya pengawasan peralatan, sikap yang kurang sungguh-sungguh dalan berusaha, serta ketidakmampuan dalam melakukan peralihan atau transisi kewirausahaan.
Kritik dan Saran
Menurut kelompok kami, masyarakat Indonesia cenderung takut mengambil risiko, sehingga ini menyebabkan jumlah wirausaha sangatlah rendah dimana masyarakat Indonesia sering lebih memilih menjadi karyawan. Hendaknya masyarakat Indonesia harus merubah pola pikir yang seperti itu, melainkan harus memiliki sikap mental wirausaha yang kuat, dan yang paling utama adalah berani untuk menghadapi risiko kegagalan.




DAFTAR PUSTAKA
Alma, Buchari. 2000. Kewirausahaan. Alfabeta.
Bandura, A. (1986).Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall, Inc.
Zimmerer, Thomas W. 2008. Kewirausahaan dan Manajemen Usah Kecil Edisi 5. Jakarta: Salemba Empat.
http://miigoedish.blogspot.co.id/2013/01/berbagai-karakter-wirausaha-sukses.html